Suzuki Thunder 125 stator coil replacement

Sepul lamaAkhirnya setelah menempuh jarak 49.000 km, kondisi sepul Thundie terbukti semakin melemah, dan wajib diganti. Diawali dengan kondisi aki yang selalu tekor setiap menyalakan lampu selama perjalanan. Anehnya, aki tetap dapat terisi baik apabila mematikan lampu. Setelah berjalan tanpa menyalakan lampu sekitar 10 km, lampu depan dapat menyala kembali dengan terang. Tapi tentu saja, akan tekor lagi setelah berjalan 20-25 km.

Kondisi ini sangatlah membahayakan untuk Thunder 125 yang menggunakan kelistrikan full DC. Tidak tanggung-tanggung, saat aki tekor, kelistrikan dari sepul akan tersedot habis untuk berupaya melakukan pengisian aki sekaligus menyalakan lampu depan. Apabila itu terjadi saat menyalakan lampu sein saat langsam, maka mesin motor akan mati karena kekurangan daya untuk menyalakan busi.

Rider sempat harus berulangkali melakukan ritual panik setiap hal tersebut terjadi — mematikan lampu depan, dan menggenjot kickstarter berkali-kali. Tak pelak, keringat pun bercucuran. Kondisi yang amat mengundang bahaya, terutama saat berhenti untuk berbelok ke gang di malam hari.

Walhasil, setelah hampir 2 minggu mengendarai Thundie dengan kondisi tersebut, rider memutuskan untuk tidak menunda lagi perjalanan ke BERES terdekat.

Setelah memarkirkan Thundie di parkiran BERES yang disediakan, rider tidak membuang waktu untuk segera mendaftarkan motor untuk cek kelistrikan.

“Mau servis mas?”, tanya sang montir.

“Oh nggak mas, mau cek kelistrikan. Ini akinya tekor terus, tapi kalau menyalakan lampu saja.”, ujar rider sambil menunjuk ke Thundie yang terparkir.

“Tapi kalau tidak menyalakan lampu. Selalu bisa terisi, kira-kira setelah jalan 10-15 km”, sambung rider menjelaskan, “Itu kira-kira kiproknya atau sepulnya ya?”

“Wah itu mesti cek kelistrikan sih mas. Untuk kiprok rata-rata sih kuat, jarang ada yang rusak.”, ujar montir sambil mengambil kunci motor dari counter servis. Sang montir pun memarkirkan Thundie di tempat servis.

Saat membuka tutup bodi samping tempat aki, air muka sang montir sedikit berubah. “Wah, ini sih bukan aki Thunder mas, terlalu kecil kapasitasnya untuk Thunder.”, ujarnya sambil menunjuk aki yang terpasang. Aki yang digunakan memang aki MF (maintenance free) berukuran 3.5 Ah, yang diperuntukkan untuk motor matic.

sepul_baru“Nggak apa-apa kok mas, sebelumnya nggak pernah tekor. Saya sudah 2 tahun pakai aki ukuran segini, walaupun sebelumnya memang pakai aki yang basah. Tetapi karena jarang dicek, jadi kering dan akhirnya rusak. Jadi saya ganti yang MF ini”, ujar rider.

Setelah berdiskusi agak panjang, akhirnya sang montir setuju untuk melakukan pengecekan tegangan aki dan tegangan yang muncul dari kiprok. Terbaca tegangan aki sebesar 10 volt.

“Nah kan mas, akinya memang tekor, kalau aki kapasitas segini memang nggak akan kuat. Aki asli Thunder kan ukurannya besar”, ujar montir. “Tapi selama ini pun tidak pernah tekor walaupun menyalakan lampu. Gimana kalau dicek juga tegangan dari kiprok dan sepulnya mas? Saya curiga memang sepulnya sudah lemah atau kiproknya bermasalah.”, sahut rider, yang akhirnya disetujui oleh montir.

Setelah mesin dinyalakan, ternyata tegangan yang keluar dari kiprok dan sepul, hanya berkisar 5 s/d 6V saja. Tidak jauh berbeda dengan kondisi motor full digeber. “Wah iya kalau ini berarti sepulnya memang sudah lemah. Kita bongkar dan ganti saja mas”, tanya sang montir.

Rider sempat berpikir, apakah mungkin penggunaan aki kering ini yang merusak sepul. Sempat terpikir bahwa selain kapasitas yang lebih kecil, aki kering disebut-sebut membutuhkan arus yang lebih kecil untuk pengisian, ketimbang aki basah. Walhasil, idealnya, seharusnya kiprok yang digunakan juga memperhitungkan hal tersebut.

Tetapi sulit juga untuk memutuskan, karena baik usia motor dan jarak tempuhnya pun sudah cukup tinggi. Dan memang rata-rata sepul Thunder 125 mulai mengalami kerusakan pada usia tersebut.

Akhirnya rider setuju untuk melakukan penggantian sepul, mengingat kondisi berkendara yang sudah berbahaya apabila tidak melakukan penggantian sepul. Rider berpikir, akan mencoba menggunakan sepul baru, dan kemudian melihat perkembangan apakah harus kembali menggunakan aki basah, tentunya dengan kapasitas orisinil Thunder 125.

Dan setelah dibongkar, memang terlihat beberapa lilitan sepul yang sudah gosong. Wajar saja keluarannya hanya berkisar 5-6V. 2 jam kemudian, sepul baru sudah terpasang rapi dalam blok mesin. Kelistrikan langsung nampak jauh berbeda, lampu depan yang menjadi terang, dan klakson yang berbunyi nyaring.

“Wah, ternyata bunyi klaksonnya jadi nyaring ya. Kayaknya sepulnya sudah lama berangsur-angsur melemah nih mas”, ujar rider setelah mencoba efek penggantian sepul baru di Thundie. Dengan kondisi sepul sehat seperti ini, sepertinya tidak mungkin aki bisa tekor, walaupun selalu menyalakan lampu saat berkendara. Sejenak kemudian, tagihan sebesar 330rb pun dibayarkan rider ke kasir.

Mari kita lihat, apakah sepul baru tersebut akan dapat bertahan selama 3-5 tahun lagi? Apakah memang penggunaan aki kering dengan karakteristik pengisiannya yang akan memperpendek umur sepul? Only time will tell.

About these ads

9 thoughts on “Suzuki Thunder 125 stator coil replacement

  1. Kyanya emang 45rb km umurnya, punya sy 45rb-an stlh ganti sepul (total ampir 100rb km) mule kerasa klakson gak nyaring…

    • Pake aki mf 3.5mAh mini ini sampe sekarang enggak pernah tekor mas, masih baik-baik aja kok.

      Soal kapasitas, ya mungkin dijaga aja jangan sampe pake electric starter berkali-kali sebelum jalan lagi. Karena kelihatannya kapasitasnya cuma cukup untuk starter sampai 5-6x. Tapi setelah jalan ya ngisi lagi, normal.

      Selama sepul sehat sih nggak akan tekor walaupun nyalain lampu terus.

  2. Sama brow, saya juga punya masalah yg sama, sblmx jg pake aki kering merek toyo, setahun berlalu tekor terusssss n cek ricek kondisi spuul perisis kaya punya mas brow tadi, akhirnya ganti spuul n ngacir lg. Yg mau cari spuul thandi ori atau kw ada di toko onderdil kartika jln palmerah utara deket lampu merah slipi. Ok brow
    Salam thandi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s