Seperti apa rasanya commuting dengan kereta?

keretaBukan, gambar ini bukan diambil oleh rider saat menaiki kereta untuk commute. Gambar ini diambil oleh salah seorang rekan rider, yang setiap hari menggunakan jasa kereta untuk commute dari rumahnya di Bogor, ke Kuningan, Jakarta.

Ingin tahu, rider pun bertanya lebih lanjut mengenai seperti apa commute yang dilakukan rekan tersebut, setiap hari. Rekan rider berangkat dari rumahnya di Bogor jam 6:00, ke stasiun, menggunakan angkot. Tiba di stasiun, ia mengantri dan membeli tiket, untuk keberangkatan kereta kurang lebih jam 7.00.

Continue reading

Advertisements

Karakteristik mesin Suzuki Thunder 125: galak di putaran atas

speedoSebagai motor dengan mesin short stroke dan port semi-racing, Suzuki Thunder 125 memang memiliki karakteristik tenaga yang lebih besar pada putaran atas. Perlu diketahui bahwa karakter mesin ini jauh berbeda dengan mesin GL milik Honda, yakni MegaPro dan Tiger. Mesin GL dengan long strokenya memiliki tenaga yang lebih kuat di putaran bawah.

Continue reading

Ketika motor pun parkir paralel

paralelSemakin hari, sepertinya semakin banyak rekan-rekan yang mengambil keputusan untuk commute menggunakan sepeda motor, di belantara raya Jakarta ini. Hal ini terbukti dengan semakin penuhnya parkiran motor di hampir semua gedung di Jakarta.

Jangan harap riders bisa mendapatkan lahan parkir kosong apabila tiba di kantor setelah jam 9:00. Yang ada, motor harus direlakan parkir paralel. Tentunya dengan parkir paralel, riders harus merelakan apabila motor dimaju-mundurkan saat motor yang terhalangi hendak keluar.

Continue reading

Why I chose (to kept using) my Thunder 125

Tidak terasa, 6 tahun sudah, usia Thundie, Suzuki Thunder 125 yang telah menemaniku commute di belantara raya Jakarta ini.

t125Bila ditelusuri, mengapa dulu memilih Thunder 125? Tentu saja, kebutuhan untuk commute, sebagai sarana transportasi untuk mencari nafkah. Cukup kaget dengan harga relatif murah yang ditawarkan. Saat itu harga motor batangan lain seperti Tiger atau Ninja, terpaut lebih tinggi cukup jauh. Tampilannya saat terparkir di dealer Suzuki pun tidak jelek. Dengan modal 1jt — DP 2jt dengan diskon 1jt, sudah bisa diantar ke rumah. Gres, mulus, hati pun senang.

Continue reading

Suzuki Thunder 125: permulaan baru Thundie, sang putra petir

thundie2Tahun 2006, kisah perjalanan Thundie sang putra petir, sebuah sepeda motor Suzuki Thunder 125, dimulai.

Bermula dari kunjungan rider ke beberapa dealer pabrikan motor, Honda, Yamaha, dan Suzuki, yang berlokasi dekat kontrakan. Rider terkesima dengan tampilan Suzuki Thunder 125 yang terparkir di etalase showroom dealer Suzuki. Desain motor batangan sport-touring yang menunjukkan kelaki-lakian yang kental, terkesan gagah. Model yang klasik namun ciamik, boleh diadu dengan motor batangan pabrikan lainnya.

Continue reading